The Perks of Being a Wallflower | a review.

ALERT:REVIEW INI SUBJEKTIF!
.
The Perks of Being Wallflower.. keuntungan menjadi seseorang yang tidak terlalu bersosialisasi.. mungkin begitulah kira2 artinya.. emang ada gitu..? Kalo di filim ini jelas, Emma Watson adalah keuntungannya.. well gak mau bahas masalah untung ruginya, mau bahas masalah filmnya sahaja.
.
Sesungguhnya, sebelumnya saya belom pernah mendenger tentang film ini, dan ternyata ada juga novelnya.. man sudah banyak berkurang aktivitas baca novel ini.. pertama ketemu film ini pas lagi browsing forum sharing film tercinta tehparadox, ada post new release, dan yang maen Emma Watson.. since i belom pernah tau film dia after Harry Potter saya jadi intrigued gitu deh (belumm saya belum nonton my week with marilyn) sebagai mantan, saya tentu penasaran update film dari dia.
.
okeh pengantar cukup, mari kita review.. xD
.
Charlie (dimainkan oleh Lorgan Lerman..lucky son of a bitch..he kissed emma..) seorang remaja baru masuk high school-unpopular-gak punya temen, karena gak punya temen dia jadi menuliskan semua kegiatan dibukunya, so film ini berjalan dengan narasi dari Charlie seperti sedang menulis buku. di awal film diperlihatkan bagaimana kesendirian dari charlie, sampai akhirnya seorang pria di kelas yang sedang mengolok guru membuat dia tertarik, pria itu Patrick (dimainkan Ezra Miller..entah kenapa saya suka konyolnya dia), finally Charlie memberanikan diri berkenalan dengan Patrick, dan itu membawa dia mengenal Sam (yaaaay Emma Watson..she’s matured, oh her smile..her gaze..).

Film ini kemudian mengulas hubungan antara ketiga sahabat ini dalam menjalani kehidupan high school mereka, dan juga konflik pribadi mereka yang menyeret persahabatan mereka, tonton ndiri yee.. ntar dibilang spoiler kalo cerita (buat yang belom baca novelnya).
.
Yang menyenangkan adalah cara film ini bercerita, karena ditampilkan secara naratif, membuat film ini mudah dicerna dari awal sampai akhir (yang nonton sama pacarnya gak bakal kebanyakan ditanya ini itu).
.
Logan Lerman memainkan peran Charlie dengan sangat baik. Ekspresi, bahasa tubuh, emosi yang ditampilkan dari kesepian, ekspresi pertama kali melihat sosok Sam bener2 “dapet”. cakep dah maennya dia.
.
Ezra Miller ekspresif! Patrick yang seorang gay diperankan dengan ekspresif, tingkah konyolnya gak berlebihan, filmnya Ezra belom begitu banyak yang standout, semoga aja makin banyak.
.
Emma Watson semakin ranum memang, bukan hanya physically, tetapi juga aktingya yang bisa lepas dari hermione, gak seperti pas nonton harry potter berburu hantu (woman in white). Dia disini bisa menampilkan sosok Sam yang charming.. cast yang pas memang. She’s just perfect.. :*
.
all in all i love this movie, kalo suka film model One Day, Like Crazy, Going The Distance bakal suka film ini, tone filmnya sebelas duabelas lah.. one more thing, soundtracknya asik!
.
Score : 8,5/10
.
*note to self : cari novelnya bro..






